Mencoba Arch Linux

Bismillahirrahmanirrahim.

Kemarin (15-09-14) dan hari ini (16-09-14) saya menyelesaikan proses instalasi Arch Linux di laptop saya. Sebelumnya sudah ada distro Fedora yang sudah tinggal cukup lama. Sudah hampir setahun (mungkin lebih) Fedora belum mengeluarkan rilis terbaru miliknya. Ini berkaitan dengan proyek terbaru Fedora yang bernama Fedora.Next. Fedora.Next ini memiliki 3 fokus, yakni Fedora Server, Fedora Cloud, Fedora Workstation. Fedora Workstation inilah yang nanti menjadi distro untuk para pengguna desktop. Sayangnya, jadwal perilisan Fedora terus mengalami kemunduran. Kabar terakhir, Fedora versi selanjutnya akan dirilis bulan Desember 2014.

Sambil menunggu kejutan apa saja yang akan diberikan oleh Fedora.Next, saya mencoba mengunduh ISO Arch Linux. Sudah cukup lama saya penasaran dengan disro yang satu ini. Alhasil Arch Linux saya instal di laptop saya, menggantikan Fedora yang sudah bersemayam selama 2 tahun.

Menginstal Arch Linux sebenarnya bukanlah hal yang sulit dengan bermodalkan Arch Wiki yang sangat lengkap dan detail. Saya cuman berpedoman di Arch Wiki saat proses penginstalan. Mulai dari membuat live usb, membooting live usb yang telah dibuat, dan apa saja yang dilakukan setelah booting live usb. Coba bayangkan saja, setelah booting yang ditampilkan di layar lcd laptop saya hanyalah sebuah antarmuka berbasis teks dengan bash yang terlogin sebagai root. Lalu apa yang harus dilakukan? Nah, di sinilah saya benar-benar bingung. Saya biasa memakai terminal, akan tetapi belum pernah menginstal sebuah distro dari awal secara manual. Fedora menggunakan Anaconda untuk membantu pengguna melakukan penginstalan. Anaconda ini berbasis GUI, jadi mudah untuk digunakan.

Screenshot from 2014-09-16 12:19:04 Screenshot from 2014-09-16 12:21:02(Klik untuk memperbesar)

Untuk tahap-tahap apa saja yang saya lakukan untuk menginstal Arch Linux di laptop saya (bukan di mesin virtual), akan saya posting di lain waktu. Jika ingin mencoba instal Arch Linux, saya sarankan instal di mesin virtual seperti VirtualBox, VMWare, Gnome-Box, dll. Hal ini berguna jika anda belum pernah menginstal distro seperti Arch Linux, Slackware, dan distro minimal lainnya. Selain itu ketika anda tidak tahu tahap apa lagi yang dilakukan saat proses penginstalan dan konfigurasi lainnya, anda dapat membuka-buka Arch Wiki. Nanti kalau sudah mantap, barulah anda dapat mencoba menginstalnya di harddisk komputer anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s